Monday, 9 July 2012

daun yang jatuh takkan membenci angin



 
 Sahabatku Yg DiRahmati Allah…

Pernahkah kita bertemu dengan seseorang yang tidak pernah kita kenal siapa dia, tidak pernah kita tanyakan dari mana asalnya. Dan dia duduk seketika bersama kita, menyinggahi kamar kehidupan dan meninggalkan kalam bisunya di ruangan jiwa.


Dimensi pertemuan itu berbeza, saat kita tidak pernah melihat wajahnya namun kita bagai tahu bagaimana redup pandangannya. Dan tika kita tidak pernah sekali pun mendengar suaranya, kita bagai kenal nada bahasanya.

Dan kita tertawan pada agamanya, saat tazkirah dan nasihat menjadi utusan hatinya..saat hadis-hadis Baginda bermain dalam ratib bahasanya dan Al Huda menjadi ayat karangan jiwanya. Dan bagi kita,sahabat adalah keperluan jiwa. Dialah ladang hati, yang kita taburi dengan kasih dan kita tuai dengan penuh rasa terima kasih. Dan pada kita, dialah anugerah istimewa dariNya saat kita memohon padaNya memilih teman perjalanan yang terbaik dalam kembara perjuangan di jalanNya.

Begitu tika Dia hadirkannya berkali-kali menemani lena kita, saat istikharah yang kita pinta menjadi jawapanNya. Sehingga seluruh jiwa kita menyangka dialah sahabat yang bakal menjadi menjadi tonggak perjuangan selama masa kehidupan. Dan tika itu kita mengharapkan persahabatan yang berpanjangan dengan ikatan yang lebih kukuh dan diredhai..agar utusan hatinya sentiasa menemani kita, ratib bahasanya terus didendangkan di telinga dan karangan jiwanya terus kemas terukir saat kita alpa.

Dan tidak pernah ada prasangka, bagaimana andai hadir kita memberi masalah padanya..kewujudan kita tanpa sedar mengganggu hatinya bertemu Pencipta. Dan kita terpaku tiba-tiba, dari doa yang kita pohon agar persahabatan dinaungi rahmatNya tiba-tiba bertukar cela. Mungkinkah dalam persahabatan itu penuh terpalit dosa, apakah nasihat kita melaghokan jiwanya..saat kita bersahabat kerana agamaNya.

Namun kalau kehadiran dianggap menyusahkan, moga pemergian menghembuskan ketenangan. Bila membenih subur kerana ukhuwwah, biar jatuh gugur dalam mahabbah. Kerana daun yang jatuh takkan sekali-kali membenci angin. Dan amankanlah hatimu dengan janjiNya :"..Dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya." Fussilat::46.

No comments:

Post a Comment

dia yang berbicara tanpa suara

My photo
Hidayah perlu dicari, bukan dinanti.berbicaralah dgn-Nya walau tnpa suara. disini dimana aku cuba lari dari dunia realiti.

halaman menarik

bUat bAkaL suaMi ku !

Sekiranya
kita cinta kepada manusia
tidak semestinya manusia cinta kepada kita
Tetapi sekiranya
kita cinta kepada Allah
nescaya cinta Allah tiada penghujungnya
Sekiranya
kita cinta kepada manusia
kita akan cemburu kepada orang yang
mencintai orang yang kita cintai
Tetapi sekiranya
kita cinta kepada Allah
kita akan turut mencintai orang yang
melabuhkan cintanya kepada Allah juga
Ya Allah
andainya dia adalah jodoh
yang ditetapkan oleh-Mu kepadaku
Maka
campakkanlah ke dalam hatiku
cinta kepadanya adalah kerana-Mu
dan campakkanlah ke dalam hatinya
cinta kepadaku adalah kerana-Mu jua
Namun
andainya dia bukanlah jodoh yang
ditetapkan olehMu kepadaku
berikanlah aku kekuatan
agar pasrah
dalam mengharungi ujian
yang Dikau berikan kepadaku..